Berlayar Kembali
Sudah hampir seminggu, aku mengemas segala barang untuk kepergianku. Melepas jangkar yang selama ini ku pasang kuat-kuat di dekat dermaga hati-nya. Aku ingin berlayar kembali. Pergi. Menjauh sampai layar kapal ku tak dapat dilihat lagi dari pelabuhan hati-nya. Karena kusadari bukan hanya kapal ku yang berlabuh, ada kapal lain. Kapal yang lebih pantas ia naiki untuk mengarungi luasnya samudra dan kerasnya ombak yang menghantam. Aku harus membentangkan layar ku kembali, tak peduli seberapa keras ombak menghantam kapal ku. Aku akan tenang. Walaupun badai silih berganti menerjang, aku percaya akan ada tempat baru untuk berlabuh. Terimakasih telah menjadi tempat untuk berlabuh. Aku harus pamit, karena pelaut yang kuat tak bisa diam di pelabuhan terlalu lama. Aku harus melewati ombak keras yang menghantam. Tak usah khawatir, aku akan tetap tenang.