Kagum
Aku bukan mereka. Yang mengagumi hanya dari indah paras mu. Aku juga bukan penikmat senyum mu. Karena kutahu dibalik lengkungan manis bibir mu, ada banyak rasa yang kau sembunyikan. Mereka hanya mengagumi indah paras mu tanpa tahu betapa sulitnya kau menjaga paras agar tetap indah. Mereka ingin terus menikmati senyum mu tanpa peduli alasan kau tersenyum karena apa. Dan aku? Mengagumi mu karena kau menghargai setiap karya kecil ku. Walau aku tak pernah tahu, kau hanya menghargai karya ku atau kau memang menghargai setiap karya lain yang bukan punya ku. Berusaha menjadi alasan dibalik lengkungan manis bibir mu walau kutahu kau punya alasan lain untuk tersenyum. Aku bukan dia, yang selalu berusaha ada. Namun jika kau butuh tempat berbagi cerita, aku bersedia. Aku bukan dia, yang selalu berusaha memperhatikan mu dengan segala caranya. Aku hanya bisa memperhatikan mu sewajarnya, karena kutahu kau sudah dewasa. Kau pernah berkata kau risih dengan perhatian berlebih. Lantas apakah kau...