Minggu Sore
Dan mungkin di suatu hari ketika langit mulai memakai piyama dan menyeduh teh pahit yang hangat, aku ikut mengantar pulang kakekmu. Dan bila hujan tiba, aku yang akan memegang payungnya. Aku juga yang akan berdiri di sebelahnya. Memastikan bahwa tidak ada satu pun kendaraan lalu lalang yang bisa membuatnya khawatir sehingga ia bisa melangkah tanpa ragu sambil mengenang masa yang lalu. Dan setibanya di rumahmu. Aku akan menunggu di depan pagar sembari melihat punggung kalian yang perlahan masuk ke bangunan tempatmu rehat dan rebah. Dan pastinya kamu akan berbalik setelah kakekmu telah masuk. Kamu memberiku upah yang tak ternilai harganya untuk seorang ojek payung. Senyuman manis.