Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Untuk Kita

Untuk kita yang sedang rapuh, yang sedang berusaha keras untuk kembali utuh. Untuk kita yang harus remuk, karena mesti memendam pahitnya amuk. Untuk kita yang lelah, yang terus mencoba berdiri dengan kaki sendiri walaupun rasanya susah. Untuk hal-hal yang diperjuangkan, namun terasa semakin sulit didapatkan Untuk luka yang belum kunjung pulih, sakit yang belum sehat. Untuk apapun itu yang sedang dianggap beban, yang membuat kepala seperti ditekan dan langkah berat untuk berjalan. Semua ini pasti akan berlalu. Kita hanya perlu terus berjalan meski pelan. Tidak menjadi masalah berhenti sejenak, mengambil rehat. Bersedih secukupnya, terus berjuang dengan sebaik-sebaiknya. Datang ke Dia atau mereka yang mau mendengar. Terakhir, jangan sampai kamu kehilangan dirimu. Kita tidak pernah sendiri. Masih banyak hal-hal baik yang kamu punya.

Petualang yang Tak Pernah Pulang.

Apa yang paling dinantikan dari sebuah perjalanan? Tiba dengan selamat di kota tujuan? Berhasil menginjakkan kaki di tempat wisata idaman? Atau berkenalan dengan orang baru dan menambah pengalaman? Jawabannya sederhana, sebuah kepulangan. Kita manusia sepakat tujuan terakhir dari perjalanan adalah rumah. Begitu juga untuk setiap petualang. Karena tidak ada hal yang lebih indah selain petualang yang akhirnya bisa kembali pulang. Namun, ternyata enggak semua orang mau menantikan sebuah kepulangan. Enggak semua orang sabar dalam penantian. Karena setiap hal yang pergi pasti meninggalkan ruang yang kosong. dan enggak semua orang mampu bertahan menunggu ruang itu kembali diisi oleh orang yang pergi. Nyatanya beberapa dari kita manusia memilih untuk menggantikan apa yang pergi dengan apa yang ada. Enggak peduli hal yang pergi akan kembali atau tidak. Karena itu, hal yang lebih menyedihkan dari belum bisa pulang adalah melihat dirimu tidak lagi dinantikan kepulangannya. Sebab hati sek...