Pencarian
Setelah terombang-ambing cukup lama di tengah samudra. Aku, seorang kapten kapal memutuskan untuk kukuh pada tujuan awal. Berlayar kembali, meninggalkan hati seorang perempuan penyuka hujan karena bukan hanya aku yang berlabuh di hatinya. Dengan api semangat yang hampir padam, aku putuskan untuk singgah di pulau terdekat. Membiarkan semua awak kapalku beristirahat dan pastinya mereparasi kapal. Sementara Kapten kapal hanya menyesap kopi di pinggir pantai, sambil memandang laut. Kapten kapal masih berharap arah angin serta ombak laut akan membawanya pada hati yang tepat untuk berlabuh. Hari semakin gelap, segelas kopi sudah sedari tadi habis. Kapten kembali ke kedai untuk membayar kopi. Ia mencari bapak penjual kopi yang tadi sore ia lihat, tidak ketemu jika hanya mata yang mencari. Kapten memutuskan berteriak untuk memanggil bapak penjual kopi. Seseorang terlihat keluar dari arah dapur. Bukan, itu bukan bapak penjual kopi, itu perempuan yang memakai topi koki. Secara spontan, ...