Berlayar Kembali


Sudah hampir seminggu, aku mengemas segala barang untuk kepergianku. Melepas jangkar yang selama ini ku pasang kuat-kuat di dekat dermaga hati-nya. Aku ingin berlayar kembali. Pergi. Menjauh sampai layar kapal ku tak dapat dilihat lagi dari pelabuhan hati-nya. Karena kusadari bukan hanya kapal ku yang berlabuh, ada kapal lain. Kapal yang lebih pantas ia naiki untuk mengarungi luasnya samudra dan kerasnya ombak yang menghantam. Aku harus membentangkan layar ku kembali, tak peduli seberapa keras ombak menghantam kapal ku. Aku akan tenang. Walaupun badai silih berganti menerjang, aku percaya akan ada tempat baru untuk berlabuh. Terimakasih telah menjadi tempat untuk berlabuh. Aku harus pamit, karena pelaut yang kuat tak bisa diam di pelabuhan terlalu lama. Aku harus melewati ombak keras yang menghantam. Tak usah khawatir, aku akan tetap tenang.

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Pelaut yang sesungguhnya akan berlabuh tepat dihatinya. Bukan didekat hatinya. Karna itu membuka peluang yang lebih besar untuk kapal yang lain bersinggah ����

    BalasHapus
  3. Semoga nanti menemukan pelabuhan yang tepat ya, captain !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap Melda! Tapi butuh waktu yang lama sepertinya wkwk

      Hapus
  4. Semoga kau menemukan dermaga yang senantiasa siap menunggu mu (kapal) kembali

    BalasHapus
  5. Semoga cepet berlabuh kapal nya captain

    BalasHapus

Posting Komentar