Di tengah Samudra


Di tengah samudra, baru kali ini aku merasakan ada hal yang berbeda. Aku khawatir. Takut. Tak tahu arah mana yang harus aku ambil. Tak tahu pelabuhan mana yang harus ku singgahi. Semua awak kapal ku bingung, mereka bertanya-bertanya. Mengapa aku melemah?. Mengapa aku semudah ini terombang-ambing?. Mengapa aku khawatir serta takut di tengah samudra?. Aku tak tahu pasti mengapa. Yang aku tahu, aku pernah menghadapi hal yang lebih menakutkan dibanding sekarang. Aku pernah berlayar dengan layar kapal yang sobek. Aku pernah berlayar di tengah badai dan ombak yang tinggi. Bahkan kapal ku pernah dibajak dan dibakar hingga menewaskan hampir semua awak kapal yang aku punya.
Tapi mengapa sekarang aku khawatir di tengah samudra yang perairannya tenang? Diriku pun tak tahu jawabannya.
Setelah aku memutuskan untuk berlayar kembali. Ada hal yang tertinggal sepertinya. Semacam perasaan tenang jika berada didekatnya tak lagi kurasakan. Aku tak lagi bisa melihat senyum manisnya. Aku masih menerka sampai sekarang. Mengapa aku khawatir di tengah samudra?. Mungkin karena senyum manisnya tak lagi bersamaku. Mungkin karena suara tawanya tak bisa lagi kudengar. Atau mungkin karena aku berlayar tanpa sosok dirinya. Aku belum tahu pasti mengapa. Yang kutahu pasti, dirinya meninggalkan banyak kenangan indah dalam hidupku.

Komentar

  1. Balasan
    1. Oh jadi selama ini Alexithymia ya gangguan psikologis yg gue alami(?)😂. Tapi gue gasuka menyendiri terus masih empati sama orang lain. Gimana dong?😂

      Hapus
    2. Mungkin gangguan dengan versi berbeda (?) haa apasih gua wkwk

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbeda Sejak Kecil

Tentang Penulis Dan Menulis

Berlayar Kembali