Petualang yang Tak Pernah Pulang.

Apa yang paling dinantikan dari sebuah perjalanan? Tiba dengan selamat di kota tujuan? Berhasil menginjakkan kaki di tempat wisata idaman? Atau berkenalan dengan orang baru dan menambah pengalaman?

Jawabannya sederhana, sebuah kepulangan. Kita manusia sepakat tujuan terakhir dari perjalanan adalah rumah. Begitu juga untuk setiap petualang. Karena tidak ada hal yang lebih indah selain petualang yang akhirnya bisa kembali pulang.

Namun, ternyata enggak semua orang mau menantikan sebuah kepulangan. Enggak semua orang sabar dalam penantian. Karena setiap hal yang pergi pasti meninggalkan ruang yang kosong. dan enggak semua orang mampu bertahan menunggu ruang itu kembali diisi oleh orang yang pergi.

Nyatanya beberapa dari kita manusia memilih untuk menggantikan apa yang pergi dengan apa yang ada. Enggak peduli hal yang pergi akan kembali atau tidak.

Karena itu, hal yang lebih menyedihkan dari belum bisa pulang adalah melihat dirimu tidak lagi dinantikan kepulangannya. Sebab hati sekuat apa yang tidak akan patah melihat sosoknya telah tergantikan di rumah?

Enggak apa-apa. Enggak semua pertanyaan bisa dijawab. Persis seperti ulangan di sekolah, pertanyaan-pertanyaan yang enggak bisa dijawab, nanti pasti akan terjawab dengan sendirinya. Enggak harus kita cari-cari, kadang baru keluar ruang ujian saja teman-teman yang lain sudah membahas jawabannya.Jadi, enggak perlu memaksa diri sendiri buat dapat jawabannya cepat-cepat.

Pada akhirnya kita manusia paham kalau enggak semua orang senang kita pulang. Enggak semua yang izin untuk sejenak pergi, dinantikan waktu pulangnya lagi. Enggak semua yang sekarang menetap akan tinggal selamanya pada satu atap.

Karenanya enggak perlu cepat-cepat menganggap orang lain sebagai rumah. Yang paling bisa bikin betah juga bisa buat hati kita jadi marah. Enggak semua hal baik hidupnya abadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbeda Sejak Kecil

Tentang Penulis Dan Menulis

Berlayar Kembali