Pesan Untuk Tuhan
Tuhan, kali ini saya datang pada diri-Mu melalui sebuah tulisan. Saya yakin kalau Kau pasti sudah mengetahui apa yang saya akan tulis. Namun, itu bukan jadi masalah yang besar. Karena saya percaya kalau Kau menginginkan setiap umat-Mu untuk datang dan bercerita meski Kau sudah tahu apa yang mereka rasakan.
Pertama-tama, saya akan mengaku bahwa saya adalah pendosa
sampai sekarang. Saya seringkali mengulangi kesalahan dan jatuh di dalam dosa
yang sama. Dan yang memalukan dari menjadi seorang pendosa adalah saya juga
seorang penakut yang lemah.
Saya tak pernah henti-hentinya meminta Diri-Mu untuk menyertai saya. Di sisi
yang lain, saya juga kesulitan untuk berhenti melakukan dosa-dosa. Saya menyadari
dengan penuh bahwa saya memiliki banyak hal-hal tidak baik di dunia.
Namun, Engkau adalah Tuhan yang Maha. Maha segala hal-hal baik. Engkau adalah
Tuhan yang tak pernah menghapus nama saya dari kitab kehidupan-Mu meski dosa
saya sungguh pekat dan kesalahan-kesalahan saya sungguh hina.
Engkau juga adalah Tuhan yang tak malu mengakui saya sebagai umat-Mu di hadapan
para malaikat. Engkau adalah Raja di atas raja. Nama-Mu besar di atas semua
nama.
Tuhan, aku mengenal diri-Mu ketika aku kanak-kanak. Saat itu aku hanya tahu
Engkau adalah harapan yang memiliki kekuatan besar dan ingin memberikan sedikit
kekuatan-Mu untuk menyembuhkan saya dari sakit parah.
Bahkan dari kanak-kanak sampai sekarang, aku masih mengenal-Mu. Tapi bukan lagi
sebagai kekuatan besar yang tak terlihat.
Engkau adalah gunung batu, tempat saya berlindung. Engkau
batu karang yang takkan pernah goyah. Engkau menara tinggi. Engkau adalah
segala hal hebat yang melebihi apapun di dunia.
Dan lebih dari itu semua, Engkau adalah Bapa dan sahabat
saya di setiap waktu dan tempat.
Jujur, saya yang adalah pendosa yang selalu merasa tak
pantas untuk Kau akui sebagai anak. Saya
adalah anak-Mu yang lebih sering datang ketika saya menginginkan sesuatu dari-Mu
dan sedikit memberikan hal baik pada orang lain seperti yang Engkau perintahkan.
Saya adalah anak yang memanggil-Mu lantang dalam kesedihan dan isak tangis,
tapi melupakanmu dalam setiap kesenangan dan bahagia yang saya alami.
Saya juga adalah anak yang pernah meragukan segala yang Engkau punya, padahal
saya bukan siapapun dan apapun di alam semesta. Saya lagi-lagi mengakui bahwa
saya adalah pendosa dan anak-Mu yang tidak baik.
Namun, lagi-lagi Engkau tak pernah berhenti dalam menunjukan kasih-Mu terhadap
saya. Engkau berjanji takkan pernah meninggalkan dan membiarkan saya. Engkau menyayangi
saya dengan cara yang sama seperti Engkau menyayangi Abraham, Musa, Yosua, Daud
dan semua anak-Mu yang saya kenal sungguh hebat dengan cara mereka
masing-masing.
Engkau adalah Tuhan yang turut serta dalam setiap peperangan yang saya jalani. Engkau
adalah Raja yang rela berlutut ketika saya jatuh. Engkau adalah Bapa yang tetap
memegang dan menyertai saya kemana pun saya pergi.
Tuhan, saya akan menutup tulisan ini dengan berterimakasih karena Engkau telah memberikan
kesempatan untuk saya bisa bernafas kembali dan merasakan kasih setia-Mu yang
dahsyat dan besar.
Terima kasih, Tuhan.
Godblessyou always ian
BalasHapus