Tanda yang tersisa pada tubuhku

Tanda yang tersisa pada tubuhku adalah aroma dari dekapmu. Air dan sabun tak kuasa menghapusnya. Aroma bunga melati yang manis dan hangat. Tertambat pada tubuhku bagai jantung hati yang tak kunjung mati.

Aku masih mengenakannya, wangi yang membuat indra tubuhku hanya mengenalmu. Meski raga lain yang sedang di peluk.

Kesana kemari aku pergi sebagai anomali. Jasad mati yang hidup dengan sari bunga. Jangan mendekat. Lepas pelukmu. Aku sudah tersesat dan menjadi semu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbeda Sejak Kecil

Tentang Penulis Dan Menulis

Berlayar Kembali